23 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Disiapkan Jadi Wirausahawan, Pupuk Kaltim Latih 25 ABK


Disiapkan Jadi Wirausahawan, Pupuk Kaltim Latih 25 ABK
Para peserta antusias mengikuti pelatihan handicrat yang diselenggarakan PT Pupuk Kaltim. (HUMAS PKT)

KLIKBERAU.COM - Perhatian PT Pupuk Kalimantan Timur terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), terwujud dalam pelatihan handicraft atau kerajinan tangan kepada 25 ABK melalui program Inkubator Bisnis di Sekolah Luar Biasa (SLB) Permata Bunda, Jalan Ahmad Yani, Gang Aren, Kelurahan Api-Api RT 22, Kota Bontang.

Pelatihan ini dipandu instruktur berpengalaman di bidang handicraf dan mampu berkomunikasi dengan baik dengan ABK. Para peserta akan diberikan pelatihan selama 9 hari dimulai 11-20 September 2017.

General Manager Umum Pupuk Kaltim, Nur Sahid mengatakan bahwa ABK adalah anak luar biasa yang memerlukan perhatian khusus. "Pupuk Kaltim melalui program Corporate Social Responsbility (CSR) saat ini sedang melakukan pelatihan handicraft bagi 24 ABK bersinergi dengan inkubator bisnis selaku mitra binaan PKT," kata Sahid.

Sahid melanjutkan pelatihan ini adalah tahap awal atau tahap pembinaan pertama pada program inkubator bisnis. "Disini melaksanakan empat P, yaitu Pelatihan, Pemagangan, Penempatan kerja serta Pendampingan berwirausaha. Pada kegiatan ini kita masuk di pelatihan," ujarnya.

Adapun kategori anak berkebutuhan khusus yang ikut serta dalam pelatihan ini diantaranya tuna rungu (masalah pendengaran), tuna daksa (kerusakan atau cacat tubuh), tuna grahita (keterbelakangan mental) serta autis (gangguan perkembangan saraf).

"Peserta pelatihan ini adalah alumni SLB yang aktif di inkubator bisnis," ucapnya.

Disampaikan Sahid bahwa inkubator bisnis merupakan program unggulan CSR Pupuk Kaltim yang akan terus dikembangkan dalam upaya meningkatkan kualitas ABK yang ada di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Sementara tujuan program ini, lanjut Sahid, untuk mengajarkan berbagai keterampilan maupun kemampuan bagi ABK agar menjadi seorang enterpreneur sehingga mampu memberdayakan lingkungan disekitarnya melalui program inkubasi kewirausahaan.

Sahid mengungkapkan bahwa ahirnya seorang pengusaha yang memiliki keterbatasan khusus menjadi harapan pelaksanaan pelatihan ini. Setelah tahapan inkubasi usai dilakukan, peserta pelatihan diharapkan mampu menjadi pengusaha tangguh yang istimewa.

"Saya berharap dari pelatihan ini akan menciptakan pengusaha handicraft sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan industri kreatif di Kota Bontang. Disamping itu juga untuk meningkatkan taraf ekonomi serta dapat memberikan motivasi lingkungan disekitarnya untuk terus berkembang," harap Sahid.

Sementara Kepala Inkubator Bisnis sekaligus tenaga pengajar SLB Permata Bunda, Anggi Valentinata Goenadi mengungkapkan bahwa di inkubator bisnis saat ini ia telah mempersiapkan tiga orang yang telah memasuki pada tahap pemagangan kerja menuju wirausaha mandiri.

"Ini adalah wujud nyata kami dalam mendidik ABK. Mohon doa agar di tahun 2018 awal kami dapat memberikan lisensi kepada tiga orang ABK yang sedang kami persiapkan menuju tahap menjadi calon pengusaha sukses yang mandiri melalui pendampingan wirausaha," bebernya.

Anggi berharap dengan adanya pelatihan handicraft menjadi tambahan kemampuan serta memberi berbagai manfaat kepada ABK.

Disampaikan Anggi bahwa tujuan keberadaan SLB Permata Bunda salah satunya adalah untuk mempersiapkan para ABK menjadi mandiri. "Sukses mandiri, berdaya secara sendiri serta dapat memberdayakan lingkungan disekitarnya," imbuhnya.

Anggi menilai program ini tentu masih banyak memiliki kekurangan. Namun Ia selalu bersyukur atas kesempatan serta kepercayaan berbagai pihak seperti Pupuk Kaltim yang senantiasa memberi dukungan.

"Terimakasih atas bantuan Pupuk Kaltim dan Pemerintah Kota Bontang. Akan kami jalankan dalam bentuk laporan tim, semoga terus berjalan sehingga dapat kita pantau bersama progresnya," ungkap Anggi.

Ditemui media ini, salah seorang peserta, bernama Yoseptina mengaku bahkan telah ikut inkubator bisnis sejak dua bulan lalu.

"Saya sekarang sudah bisa buat tas, kerajinan dari manik-manik, keset dan lainnya. Sudah bisa buat semuanya dan saya juga senang sama teman-teman disini," kata Ia didampingi tenaga pengajar SLB Permata Bunda.(Adv)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0