24 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Distamben Kaltim Tegaskan Tak Istimewakan Salah Satu Tambang


Distamben Kaltim Tegaskan Tak Istimewakan Salah Satu Tambang
Loading batubara PT Kimco Armindo di Kukar (Foto: Dokumentasi LAKI Kaltim)

KLIKBERAU.COM - Pengapalan batubara oleh PT Kimco Armindo masih tetap berjalan hingga 13 November 2017. Aktivitas ini mendapatkan sorotan dari Lembaga Antikorupsi Indonesia (LAKI) Kaltim.

Pasalnya, Kimco belum memenuhi sejumlah kewajiban kepada pemerintah sehingga mendapatkan penalti berupa penutupan sementara dari Pemerintah Provinsi Kaltim.

Salah satu pihak yang mendapatkan sorotan dari LAKI Kaltim adalah instandi pemerintah, yaitu Dinas Pertambangan dan Energi(Distamben) Kaltim. Menurut LAKI Kaltim, Distamben diduga telah memanipulasi keluarnya surat izin pengapalan batubara kepada PT Kimco Armindo.

Bahkan, LAKI Kaltim menduga jika Distamben Kaltim telah menistimewakan salah satu perusahaan tambang batubara yang bermasalah seperti PT Kimco.

Namun, Distamben Kaltim membantah adanya dugaan tersebut. Kepala Distamben Kaltim, Amrullah menyatakan, izin pengapalan batubara kepada PT. Kimco yang diberikan Dinas Pertambangan dan Energi adalah batubara yang tersisa. Stock batubara tersebut berpotensi terbakar sehingga jika batubara terbakar akan merugikan negara.

"Sebanyak kurang lebih 7.000 metrik ton apabila tersimpan lama akan mengalami penurunan kualitas bahkan terbakar yang berpotensi merugikan negara karena tidak adanya pembayaran royalti. Jadi batubara yang dijual itu merupakan sisa stock sebelumnya yang sudah dibayarkan royaltinya," ujar Amrullah kepada KlikSamarinda melalui WhatsApp, Selasa 1 November 2017.

Lebih lanjut, Amrullah memberikan keterangan terkait dugaan pemberian keistimewaan kepada PT Kimco untuk melakukan loading dan pengapalan batubara. Menurut Amrullah, pihaknya tetap bertindak tegas kepada perusahaan yang tidak menyelesaikan kewajiban, seperti pembayaran royalti, dengan menghentikan sementara operasional.

"Kami tidak memberikan keistimewaan kepada perusahaan tersebut. Bahkan, kami telah menghentikan sementara kegiatannya sebelum mereka menyelesaikan kewajibannya sebagaimana surat kami kepada perusahaan yang bersangkutan. Kami tegas tidak akan memberikan pelayanan lebih lanjut sebelum kewajibannya diselesaikan," tandasnya.

Pihak Distamben Kaltim juga telah melakukan klarifikasi kepada Polres Kukar terkait adanya penghentian penyelidikan status batubara milik PT Kimco Armindo.

"Sudah kami klarifikasi dengan Kapolres Kukar bahwa batubara tersebut telah dihentikan penyelidikannya (SP3)," ujarnya.

Amrullah juga menyarankan jika terjadi permasalahan internal, agar pihak-pihak berkepentingan membawanya ke ranah hukum dan tidak melibatkan pemerintah daerah di dalamnya. (*)

Reporter : Afwan Zaid    Editor : Zul Ihsan



Comments

comments


Komentar: 0