12 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bea Cukai Bontang Musnahkan Ribuan Rokok dan Miras Ilegal


Bea Cukai Bontang Musnahkan Ribuan Rokok dan Miras Ilegal
Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Agus Sudarman (kiri) didampingi Walikota Bontang Neni Moernaeni membakar secara simbolis rokok ilegal, Kamis, 23 November 2017. (FOTO: FANNY/KLIKBONTANG)

KLIKBERAU.COM - Asap rokok mengepul tinggi, bau menyengat alkohol menusuk hidung. Ada 537.400 batang rokok dan 1.596 botol minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) berbagai merek dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan dan Cukai Tipe Madya Pabean C Bontang (Beacukai Bontang) di Halaman Rumah Dinas Kantor Bea Cukai Bontang, Jalan Pelabuhan, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis 23 November 2017 pagi tadi.

Ratusan ribu rokok dimasukan ke dalam wadah khusus berbahan besi. Petugas sibuk menyiramkan bensin sebelum dibakar secara simbolis Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Agus Sudarman didampingi Walikota Bontang Neni Moernaeni, Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono dan Dandim 0908 Bontang Letkol Arh Gunawan Wibisono. Sementara, botol minuman ilegal dipecahkan dengan cara dilempar ke sebuah batang besi yang disaksikan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bontang dan perwakilan pelajar seluruh Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Agus Sudarman mengatakan barang yang dimusnahkan seperti rokok kerena telah melanggar undang undang dibidang cukai lantaran saat diperiksa ditemukan beberepa kejanggalan diantaranya pita cukai yang dilekati adalag palsu. Adapula rokok yang ditempel pita cukai bekas serta tidak dilekati pita cukai. Sedangkan minuman botol MMEA berasal dari penindakan pelanggaran kepaenan. Yakni, eks barang bawaan awak sarana pengangkut kapal yang telah melebihi batas angkut yang ditetapkan sehingga menurut perundangan harus dimusnahkan.

“Barang ini kami amankan setelah melakukan operasi pasar ke toko-toko dan penindakan atas laporan adanya mobil yang membawa barang ilegal,” ungkap Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Agus Sudarman usai melakukan pemusnahan.

Jika dikalkulasi dalam rupiah, rokok yang dimusnahkan bernilai Rp 191 juta lebih berpotensi merugikan negara sebesar Rp 139,6 juta. Sedangkan, minuman botol MMEA bernilai Rp 79,9 juta itu merugikan negara sebesar Rp 207,4 juta. “Nilai keseluruhan barang yang dimusnahkan Rp 270,9 juta dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 346,9 miliar," tambahnya.

Pihaknya tidak menahan para penjual yang telah menjual barang ilegal tersebut, namun atas penyitaan yang dilakukan pihaknya di toko-toko tersebut telah membuat para pedangang merugi, hal itu lah yang mebuat dilakukan sebagai efek jera bagi mereka. Oleh sebab itu,untuk kedepanya pihaknya telah mengimbau agar seluruh pedagang untuk tidak menerima rokok ilegal. “Kami akan melakukan sosialisasi ke pedagang tentang rokok ilegal, polos itu dan palsu gimana agar tidak menjual lagi,” ujarnya.

Untuk diketahui Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dalam meperkuat pengawasan peredaran rokok ilegal yang beredar di wilayah kerja Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, telah berkordinasi dengan kantor Bea Cukai yang dibawahnya yaitu Bea Cukai Balikpapan, Samarinda, Bontang, Sangata, Tarakan, Nunukan, sehingga sepanjang 2017 ini telah melakukan penindakan 1,7 juta batang rokok berbagai merek senilai Rp2,1 miliar berpotensi merugikan negara sebesar Rp 1,1 miliar.

Tidak hanya itu hasil penindakan lainya dalam 934 kali penindakan di tahun ini yaitu seiktar 6 kilogram narkotika, psikotropika, prekursor (NPP), rotan 107.200 kilogram dan ulin dan kayu eboni sekira 6 kubik. “Total kerugian keseluruhan sekitar Rp 25,4 miliar,”

Sedangkan di sektor kepabean selama tahun ini, Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur juga telah berkontribusi dalam penerimaan negara berupa Bea Masuk kurang lebih sebesar Rp 473,5 miliar dan penerimaan pajak dalam rangka impor yang kurang lebih telah mencapai Rp 1,7 triliun. (*)

Reporter : Zaenul Fanani    Editor : Zul Ihsan



Comments

comments


Komentar: 0