12 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bontang Resmi Launching Smart City


Bontang Resmi Launching Smart City
Kepala Diskominfotik Bontang, Dasuki (kedua kiri) mendampingi Walikota Neni mencoba command center saat peluncuran Bontang Smart City, di Audiotorium 3 Dimensi Bontang, Kamis, 30 November 2017 malam. (FOTO: FANNY/KLIKBONTANG)

KLIKBERAU.COMDinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bontang, Kalimantan Timur meluncurkan program Smart City di Auditorium 3 Dimesi, Jalan Awang Long, Jumat, 30 November 2017 malam. Kegiatan ini dirangkai peresmian Auditorium Taman 3 Dimensi dan penandatangan prasasti Command Centre.

Di halaman auditorium, pengunjung disambut stan perusahaan informasi dan komunikasi berbasis GSM dan CDMA. Setelahnya, tenda berukuran sekira enam meter menyampaikan paparan berbagai program Diskominfotik Kota Bontang. Semua uraian program tersusun rapi pada stan banner.

Memasuki gedung, pameran lukisan 3D, panji-panji Kota Bontang serta foto kepala daerah mulai awal mula Kota Bontang dipajang. Di dalam ruangan, tampak Led Screen berukuran 2x8 meter dengan  resolusi P3 disiapkan panitia guna menyajikan berbagai bahan presentasi.

Kepala Diskominfotik Kota Bontang, Dasuki mengatakan launching program ini merupakan dukungan misi Walikota menjadikan Bontang sebagai Smart City. "Dengan launching ini, kita akan mewujudkan Bontang yang lebih lifeablesmart, dan suistanable," kata Dasuki kepada wartawan.

Konsepnya ada enam dimensi, meliputi kehidupan pintar (Smart Living), masyarakat pintar (Smart People), ekonomi pintar (Smart Economi), lingkungan pintar (Smart Environment), mobilitas pintar (Smart Mobility) dan pemerintah pintar (Smart Governance).

Masyarakat pun diminta untuk IT minded atau berpikiran teknologi informasi. Artinya, berbagai program pemerintah akan diselaraskan dengan konsep hubungan antara lingkungan dengan manusia dengan menggunakan sistem teknologi informasi. Hal itu guna menciptakan lingkungan yang nyaman, lifeable atau laik huni.

Seluruh pelayanan akan menggunakan aplikasi guna memberikan kenyamanan. Misalnya, aplikasi untuk memberikan informasi secara cepat tentang harga sembako, ada Si Embah (Sistem monitoring harga sembako, Red). Tempat pengaduan atau berkeluh kesah, kita punya i-Lapor atau Kesah Etam (Keluh kesah masyarakat, Red).

"Semua aplikasi ini berbasis android. Kita siapkan 103 aplikasi untuk mendukungnya," terangnya.

Sementara Command Centre atau pusat kendali, berperan untuk memonitor dan memberikan data yang faktual kepada kepala daerah yang akan digunakan dalam mengambil keputusan. Walikota selaku kepala daerah, memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang dapat mengaksesnya.

Monitoring mencakup tingkat sosial masyarakat. Adapula kontrol wilayah yang rawan bencana misalnya banjir hingga lalu lintas kota. Dsikominfotik Kota Bontang pun akan mensinergikan Command Center yang dimiliki oleh Polres Bontang, khususnya akses cctv untuk mengontrol kriminalitas, lalu lintas, kemacetan dan sebagainya.

Lebih lanjut Dasuki mengaku cctv yang dimiliki hanya 8 unit. Semua terpasang di beberapa sudut Kota Bontang. Jika memiliki kecukupan anggaran, Ia berharap seperti Makasar yang telah memasang sekitar 4 ribu cctv.

"Kita sudah punya kajiannya, ke depan akan terus ditambah. CCTv ini masuk pada smart mobility, kita akan mengembangkannya sehingga monitoring seluruh aktivitas yang ada di Kota Bontang dapat terpantau melalui perekaman kamera CCTv," urainya.

Melalui Command Center, kebijakan apapun dari Walikota akan ada grafiknya, suka atau tidak suka. Misalnya saja tentang pembagian seragam gratis, kita punya aplikasi khusus untuk mengukur seberapa jauh tingkat kepuasan masyarakat terhadap program pemerintah. Diskominfotik Kota Bontang sedang menyusun petugas jaga yang akan melakukan monitoring di Command Center yang aktif selama 24 jam.

Dasuki menambahkan ke depan pelayanan pemerintah akan berbasis IT. Hal ini menjadi sebuah keharusan lantara kita sudah masuk era digital sehingga harus lebih transparan. Dengan sistem online, misalnya informasi terkait masuknya berkas, lengkap atau tidaknya, berapa lama prosesnya, semua ada trackingnya. Masyarakat dapat mengetahui sudah sejauh mana proses pelayanan pengurusan berkas administrasi pemerintahan. (adv)

 

Reporter : Darwin Tri    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0