12 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Dua Begal Tertangkap di Samarinda


Dua Begal Tertangkap di Samarinda
Ilustrasi

KLIKBERAU.COM - Polisi menangkap dua orang pelaku begal di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Penangkapan kedua begal ini berlangsung Rabu sore, 29 November 2017. Satuan Reskrim Polresta Samarinda menangkap keduanya di tempat berbeda yaitu di Jalan Poros Samarinda-Balikpapan dan di Pasar Wisma, Loa Janan.

Kedua pelaku begal tersebut adalah Andi dan Reza, warga Loa Janan, Samarinda. Selama ini, mereka beroperasi di wilayah hukum Samarinda. Keduanya merupakan remaja berusia muda.

Polisi membongkar aksi pelaku begal itu setelah melakukan penyelidikan terhadap penjualan laptop di media sosial. Petugas melakukan lidik dan menangkap Andi sebagai otak pelaku aksi begal.

Polisi menangkap Andi saat akan menjual laptop kepada petugas yang menyamar sebagai pembeli.

Setelah menangkap Andi, polisi mendapatkan keterangan terkait rekan pelaku, Reza. Petugas kemudian menangkap Reza. Dalam setiap aksi begalnya, Reza berperan sebagai pengemudi motor.

"Mereka pada saat beraksi menggunakan pisau kater dan cenderung melukai korbannya. Di Samarinda Seberang, ada dua yang terluka. Yang TKP dekat Sumalindo dan salah satu TKP di Mangkupalas. Di wilayah Samarinda Seberang ada 6 TKP kemudian di luar Samarinda Seberang ada 4 TKP," ujar Kapolsekta Samarinda Seberang, Kompol Patih Nurhadi.

Dari tangan Andi dan Reza, petugas menyita dua unit motor Satria F dengan Nomor Polisi KT 4901 IS serta motor Yamaha Viksen KT 6264 OJ milik kedua pelaku.

Keduanya saat ini mendekam dalam sel tahanan. Kedua pelaku terancam melanggar pasal 363 jo 365 KHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Kepada petugas, Andi mengaku melakukan aksi begal dengan kekerasan karena korbannya melawan. Dia menggunakan senjata tajam untuk menakut-nakuti korbannya karena iseng.

Andi diketahui sebagai otak pelaku pembegalan di sejumlah tempat di Samarinda. Selain dengan Reza, Andi juga melakukan serangkaian aksi begal bersama orang lain. Kawanan Andi sampai saat ini masih buron. Namun polisi telah mengetahui identitasnya.

Kepada petugas, Andi juga mengaku hasil dari praktik begal tidak terlalu banyak. Andi hanya mendapatkan uang tunai untuk makan sehari-hari dari penjualan barang hasil membegal.

"Kebanyakan saya mendapatkan HP beberapa buah saja. Cuma, kan saya dapat uang jumlahnya juga tidak banyak.Yang paling banyak itu saya ambil ada hampir Rp300 ribu," ujar Andi saat diperiksa polisi.

Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Patih Nurhadi mengatakan, begal yang tertangkap sempat melukai sejumlah korbannya saat beraksi di wilayah hukum Samarinda Seberang.

Saat beraksi, para begal ini menggunakan pisau kater dan cenderung melukai korbannya. Di wilayah Samarinda Seberang mereka beraksi di 6 TKP dan di luar Samarinda Seberang ada 4 TKP. (*)

 
Reporter : Man    Editor : Zul Ihsan



Comments

comments


Komentar: 0