12 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Wakil Ketua DPRD Kaltim Akhirnya Serahkan Diri


Wakil Ketua DPRD Kaltim Akhirnya Serahkan Diri
Dody Rondonuwu kelur dari Kantor Kejari Bontang, Senin, 4 Desember 2017. (FOTO:FANNY/KLIKBONTANG)

KLIKBERAU.COM - Wakil Ketua DPRD Kaltim Non Aktif Dody Rondonuwu, akhirnya memenuhi panggilan kedua Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang, untuk menjalani eksekusi di Lapas Kelas IIIA Bontang, Senin, 4 Desember 2017.

Dody keluar kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang didampingi kuasa hukumnya, Solikin mengklarifikasi terkait kasus yang menjeratnya. Dia mengenakan kemeja putih lengan panjang memakai peci hitam.

"Bukan Rp6 miliar, tapi Rp210 juta itu terdiri dari atribut dewan saat itu," kata Dody didampingi kuasa hukumnya dan Plt Kejari Agus Kurniawan di lantai 2 kantor Kejari Bontang.

Dody mengatakan, alasan dirinya selalu mangkir saat pemanggilan karena tengah terapis jantung. Menurutnya, penyakit yang dialaminya membuatnya sulit untuk tidur. Namun, kini dirinya memiliki alat bantu Resmed. Fungsinya untuk memberikan kenyamanan saat tidur. Dia mengaku sudah memakainya sekira 5 tahun.

Sementara itu, Plt Kajari Bontang Agus Kurniawan mengatakan pihaknya mengapresiasi sikap kooperatif terdakwa yang menyerahkan diri ke kejaksaan. Hal ini menjadi teladan‎ yang baik bagi publik.

"Saya mengapresiasi pak Dody yang bekerja sama dengan kami," katanya.

Sementara itu, ratusan loyalis Wakil Ketua DPRD Kaltim non-aktif Do‎dy Rondonuwu yang sudah memadati Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang, Jalan Awang Long, Kecamatan Bontang Utara, Senin, 4 Desember 2017 siang.

Massa yang berkumpul terlihat mengenakan pakaian merah, sebagian tampak mengenakan atribut partai. Salah satu anggota DPRD Bontang, Sudiyo turut serta dalam aksi untuk mengawal proses eksekusi yang digelar hari ini.

Kejaksaan Bontang memastikan eksekusi politisi PDIP ini mulai hari ini. Usai pemanggilan pertama dan kedua telah dilayangkan oleh kejaksaan. "Sekitar 120-an orang, tadi ngumpul dulu baru ke sini," kata salah satu massa yang ditanyai. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Zul Ihsan



Comments

comments


Komentar: 0