21 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Miris, Sekolah di Maratua Ini Hanya Berdinding Triplek


Miris, Sekolah di Maratua Ini Hanya Berdinding Triplek
Kondisi SMA Negeri 9 Maratua, Berau, Kaltim.

KLIKBERAU.COM - Potret miris pendidikan di Kabupaten Berau, terjadi di Maratua, salah satu pulau terluar di Indonesia.

Para pelajar di SMA 9 yang merupakan satu-satunya SMA di pulau tersebut, terpaksa harus belajar dengan kondisi yang tidak layak, bahkan beberapa waktu lalu siswa menjadi tukang untuk memperbaiki sekolahnya sendiri.

SMA 9 dengan 14 guru, hanya memiliki 3 ruang kelas dan dihuni sekitar 100 siswa, dan satu ruang kelas ada diisi hingga 60 siswa. Tentu hal ini sangat tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi para pelajar.

Menurut Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo yang dihubungi mengatakan menjadi kendala untuk pembangunan karena saat ini wewenang SMA/SMK telah dipegang oleh provinsi, sehingga untuk pembangunannya menemui kendala, kalaupun dianggarkan akan menimbulkan dampak hukum kedepannya.

“UPT Pendidikan  kan tidak ada, jadi aneh ini, kan yang punya kewenangan tidak tahu, karena jauh, sedangkan kami yang dekat ini lebih paham situasinya, namun tidak bisa apa-apa,” ujarnya.

Agus menambahkan, kalaupun pemprov lamban menangani, maka kemungkinan Pemerintah Kabupaten akan mengupayakan jalur CSR perusahaan untuk perbaikan sekolah tersebut.

“Kalau pemprov lamban, maka kami akan upayakan dana CSR untuk perbaikan,” tegasnya.

Sementara salah seorang Guru sekolah tersebut yang enggan dikutip namanya, menceritakan kondisi saat ini ini merupakan hasil rehab para siswa. Mengingat beberapa waktu lalu sempat ambruk dan dibangun ulang menggunakan bahan seadanya.

Ia menceritakan pada September 2017 lalu sempat roboh akibat tiang penyangga tidak kuat, karena dihantam angin kencang, dan atas swadaya guru dan masyarakat Maratua, sekolah tersebut dibangun kembali.

“Seharusnya kapasitas kelas seharusnya 25 saja namun tahun ini kami menerima hingga 58 siswa, tentu saja over kapasitas, namun mau diapa, mereka mau belajar dimana, dan terpaksa kami membangun sekolah darurat tersebut,” katanya.

Untuk SMA 9 menurutnya sudah berulang kali melaporkan kondisi ini ke Dinas Pendidikan di Berau maupun Provinsi, dan juga melihatnya bukti berupa foto kondisi sekolah SMA 9 yang tidak layak. Bahkan kepala SMA 9 pernah mengajukan ke Bidang Sarpras Dinas Pendidikan Provinsi kalimantan Timur, namun hingga kini belum ada respon.

“Kepala SMA 9 pernah meminta bantuan kepada Bidang Sarpras Dinas Pendidikan Kalimantan Timur, namun hingga saat ini belum ada respon terkait masalah ini,” tutupnya. (*)

 

Reporter : M Hidayat    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0