24 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Maksimalkan Potensi Lokal, Kepala Kampung Diimbau Lebih Inovatif dan Mandiri


Maksimalkan Potensi Lokal, Kepala Kampung Diimbau Lebih Inovatif dan Mandiri
Proses pembuatan terasi di Kampung Pegat Bantumbuk

KLIKBERAU.COM - Sejumlah Kampung di Kabupaten Berau begitu tersohor akan kualitas terasi tradisionalnya. Selain rasa yang jauh lebih gurih, bahan yang digunakan pun asli dari hasil melaut nelayan Kampung.

Seperti halnya Kampung Pegat Bantumbuk, sejak belasan tahun lalu masyarakat yang masuk Kecamatan Pulau Derawan ini, sangat terkenal akan produksi terasi. Namun sayang, produksi rumahan tak mampu terjamah lidah masyarakat Berau, akibat minimnya pengelolaan hasil produksi secara mandiri.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Bupati Muharram, yang menyebut sudah semestinya Berau mampu mengolah dan menjual terasi lokal, ke kota kota besar atau Negara lain. Mengingat kualitas terasi udang Berau sangat istimewa, dan layak bersaing secara nasional maupun global.

“ Saat ini,  hasil produksi kita  seluruhnya di jual ke NTB,  disana di kemas lagi dan dijual ke berbagai kota besar serta luar negeri. Makanya NTB ikut terkenal dengan produksi terasinya. Padahal sebagain besar kiriman dari Berau,” ungkapnya.

Melihat fenomena ini, Muharram ingin pemerintah Kampung lebih terbuka dan inovatif, untuk melihat peluang ini. Apalagi dana desa yang cukup besar, diharap mampu mendorong perkembangan Kampung agar semakin baik.

Mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga usaha rumahan. Salah satunya bisa dengan membangun Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), agar pengembangan hasil produksi dapat dimaksimalkan sekaligus memberdayakan masyarakat.

“Tidak mungkin para pembeli terasi mau menunggu berbulan bulan, kalau dalam penjualan tidak untung besar. Ini sudah semestinya menjadi pemikiran pemerintah kampung. Jika karena persoalan garam, lewat BUMK bisa menyediakan garam. Lalu dijual ke warga, dan hasil produksi warga dijual ke BUMK. Nah, BUMK lah yang mengelola serta memasarkan hasil produksi masyarakat kampung, ” terangnya.

Muharram berharap,  setiap kampung mampu belajar mandiri mencari penghasilan dari potensi wilayahnya. Selain menggantungkan dana desa yang ada, juga perlu sebagai bentuk pengembangan potensi wilayah agar peningkatan ekonomi warga berjalan baik.

“Jangan selamanya begantung dengan ADK, sudah waktunya setiap kampung mandiri. ADK yang ada dijadikan modal membangun kampung kian mandiri.  Jika sudah mandiri,  saya yakin kampung Pegat Batumbuk semakin sejahtera” pungkasnya .(*)

Reporter : M Hidayat    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0