20 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Realisasi Smart City, DPRD Bontang Minta Pemerintah Belajar ke Daerah Lain


Realisasi Smart City, DPRD Bontang Minta Pemerintah Belajar ke Daerah Lain
Komisi III DPRD Bontang sidak Command Centre di eks Kantor Walikota Bontang Jalan Awang Long nomor 1, Kota Bontang, Senin, 22 Januari 2018. (FANNY/KLIKBONTANG)

KLIKBERAU.COM - Komisi III DPRD Bontang, Kalimantan Timur meminta Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) belajar ke sejumlah daerah yang dinilai sukses dalam menerapkan program smart city. Agar, teknologi yang diterapkan di kota pimpinan Walikota Neni Moerniaeni dan Wakil Walikota Basri Rase ini tidak tertinggal.

Suhut Harianto, Anggota Komisi III DPRD Bontang mengatakan, Diskominfotik semestinya mengejar ketertinggalan dari beberapa daerah di Indonesia, dalam penerapan program smart city. Salah satu sarannya, adalah belajar ke Kota Makassar, Bandung, Jakarta, atau Surabaya.

Menurutnya, daerah tersebut bisa jadi panutan, karena beberapa dari mereka merupakan peraih penghargaan Piagam Smart City. "Makassar, itu salah satu penerima piagam penghargaan smart city. Akhirnya, daerah itu jadi objek studi dari daerah lain. Nah, kita ingin Bontang bisa seperti itu," jelas Suhut, saat mengunjungi Command Center Diskominfotik, Senin 22 Januari 2018 pagi.

Ia meminta dinas pimpinan Dasuki itu tak ragu mengajukan anggaran untuk mewujudkan Bontang sebagai kota cerdas. Komisi III sebagai mitra, kata dia, siap membantu memperjuangkan anggaran di DPRD.

Perusahaan, menurut Suhut, sebaiknya diajak bekerja sama mewujudkan program itu. Caranya, dengan menyumbang CCTv misalnya. "Rangkul perusahaan di Bontang untuk membantu realisasi Smart City ini. Seperti Badak LNG, PKT dan lainnya," katanya menyarankan.

Rustam Ketua Komisi III DPRD Bontang menambahkan, studi ke daerah lain, penting dilakukan demi optimalisasi penerapan program smart city. Sebab, dia tak ingin teknologi yang diterapkan lebih rendah kualitasnya dibanding daerah lain.

Menurut Rustam, optimalisasi program smart city perlu dilakukan Diskominfotik. Sebab, ketika dinilai sukses, yang dibuktikan dengan perolehan piagam penghargaan smart city, maka akan berdampak luas.

Bukan hanya terhadap peningkatan kualitas pembangunan, pelayanan publik di daerah. Namun juga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat Bontang.

"Ketika kita dapat penghargaan itu, kan biasanya jadi objek studi daerah lain. Efeknya juga bisa dirasakan pengusaha lokal. Pedagang, hingga pengusaha hotel misalnya," tukasnya.

Kunjungan yang dimulai sejak pukul 09.15 Wita itu juga dihadiri sejumlah anggota Komisi III lain, seperti Sulhan dan M Dahnial. (*)

Reporter : Imran Ibnu    Editor : Zul Ihsan



Comments

comments


Komentar: 0