25 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pick Up Penumpang, Pengemudi Taksi Online dan Angkot Nyaris Bentrok


Pick Up Penumpang, Pengemudi Taksi Online dan Angkot Nyaris Bentrok
Ilustrasi

KLIKBERAU.COM - Mobil yang diduga sebagai taksi online menjadi sasaran penggembosan oleh pengemudi angkutan konvensional di dekat pusat perbelanjaan Jalan Mulawarman, Samarinda, Minggu sore, 11 Februari 2018.

Gara-garanya, mobil angkutan online tersebut mengambil penumpang di Jalan Mulawarman. Para pengemudi angkot tidak menerima tindakan tersebut karena menyalahi kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Menurut salah seorang pengemudi angkot, Yusuf, kesepakatan tersebut adalah para pengemudi angkutan online dilarang mengambil penumpang di mall dan terminal. Karena itu, para pengemudi angkot mengaku apa yang dilakukan sudah sesuai kesepakatan.

"Coba dia memenuhi persyaratan, misalnya dia KIR. Kami ingin persaingan secara sehat. Ini rezeki kita diambilnya," ujar Yusuf.

Tindakan pengemudi angkot tersebut menyebabkan para pengemudi angkutan online tidak menerima tindakan tersebut. Sejumlah pengemudi online keberatan dan nyaris menimbulkan bentrokan antara kedua kubu.

Namun, petugas kepolisian dari Pos Polisi Mulawarman segera membawa para pengemudi dari kedua kubu yang bertikai ke Polsekta Samarinda Ilir. Kedua kubu itu kemudian mengadakan pertemuan yang dimediasi petugas kepolisian dan petugas Dinas Perhubungan Kaltim.

Hasilnya, dalam pertemuan tertutup itu, kedua belah pihak berdamai dan menyepakati beberapa peraturan. Perwakilan Dinas Perhubungan Kaltim, Mahmud mengatakan, kedua kubu sama-sama memahami pekerjaannya masing-masing.

Menurut Mahmud, kejadian di lapangan disebabkan kesalahpahaman. Mahmud mengingatkan agar kedua belah pihak tidak mengambil tindakan yang dapat menimbulkan benturan di lapangan.

"Miskomunikasi saja. Yang jelas, mereka saling memahami. Saya pikir tadi mereka sudah komfom. Sepakat antara mereka sudah saling tukar nomor handphone. Kalau ada apa-apa, tolong dilaporkan ke korlap masing-masing. Yang penting di lapangan jangan mengambil langkah yang akan mengakibatkan benturan," ujar Mahmud.

Aksi penggembosan ban taksi online oleh para pengemudi angkot mengakibatkan empat ban mobil taksi online kempes. Akibatnya kedua kubu nyaris bentrok karena pengemudi angkutan online merasa keberatan karena mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pengemudi angkot.

Peristiwa ini menambah daftar sengketa antara pengemudi kendaraan online dan pengemudi angkutan konvensional di Kota Tepian. (*)

Reporter : jie    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0