24 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Dengan Cinta, Tumbuhkan Perilaku dan Budaya Keselamatan Kerja


Dengan Cinta, Tumbuhkan Perilaku dan Budaya Keselamatan Kerja
Seminar Keselamatan kerja dalam rangka peringatan Bulan K3 Nasional di PT Berau Coal (Foto: Dayat)

KLIKBERAU.COM - PT Berau Coal menggelar seminar dalam rangka peringatan Bulan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Nasional tahun 2018. Bertempat di Hotel Bumi Segah Tanjung Redeb, Sabtu (24/2/2018).

Kegiatan ini diikuti karyawan dan mitra kerja Berau Coal, yang terlibat langsung dalam aktifitas serta operasional pertambangan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Teknik Tambang Berau Coal, Ferry Indrayana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya dalam meminimalisir angka kecelakaan saat operasional tambang.

Berpegang pada visi zero fatality dan zero accident, keselamatan kata dia, merupakan hal paling utama. Sehingga perlu kesadaran dan peran dari seluruh pihak, untuk menciptakan operasional yang aman, selamat, serta berhasil dengan efektif dan efisien.

"Harapannya seminar ini memberikan manfaat bagi kita semua. Perlu kita sadari dan pahami bersama, keselamatan merupakan dasar operasional kita tahun 2018. Sehingga peran dari pimpinan atau pengawas tambang harus benar-benar nyata di lapangan,” ungkapnya.

Diakuinya, tahun 2017 lalu merupakan tahun terberat yang dilalui Berau Coal, mengingat beberapa insiden maupun kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa pun terjadi beberapa kali.

Atas hal itu, ia pun meminta seluruh peserta untuk dapat menyimak dengan baik materi yang disampaikan, sebagai bekal mewujudkan keselamatan kerja.

“Memang tidak mudah, tapi kita perlu konsisten melakukannya. Saya berpesan kepada seluruh mitra kerja, untuk saling mendukung terwujudnya keselamatan kerja bagi kita semua. Saya yakin kita punya tujuan sama,” ucapnya.

Sementara Kasubdit Keselamatan Pertambangan Minerba, Lana Saria, selaku pemateri, mengungkapkan peran pengawas merupakan hal paling utama mewujudkan keselamatan kerja. Bahkan jauh sebelum terjadinya insiden atau kecelakaan ringan, berat, ataupun menimbulkan korban jiwa.

“Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, peran pengawas harus sudah ada. Mulai dari memperhatikan sekitar, untuk menentukan aman atau tidak untuk para pekerja. Semua harus disikapi sejak awal, agar tidak ada potensi bahaya yang muncul sejak dini,” terangnya.

Menurutnya indikator yang diketahui pengawas lapangan, menjadi dasar pembuatan program yang dapat dijalankan guna menekan angka kecelakaan kerja.

Lana menambahkan, terjadinya kecelakaan kerja di suatu perusahaan dapat menyumbang angka kecelakaan dalam statistik nasional.

Maka dari itu, bekerja dengan cinta merupakan salah satu upaya dalam meminimalisir angka kecelakaan kerja. Baik oleh para pengawas tambang, maupun para pekerja di lapangan.

“Cinta yang dimaksud, semua harus lebih waspada, lebih menyadari, dan mematuhi aturan yang ada. Bukan hanya mencintai pekerjaan, tapi juga mencintai diri sendiri dan maupun keluarga,” tandasnya. (*)

Reporter : M Hidayat    Editor : Zul Ihsan



Comments

comments


Komentar: 0