17 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

OPINI: Apa Kabar RS Baznas?


OPINI: Apa Kabar RS Baznas?
Penulis, Zainal Hakim (Foto: Facebook)

Penulis: Zainal Hakim

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata "Rumah Sakit/RS" didefinisikan sebagai 1). Gedung tempat merawat orang sakit. 2). Gedung tempat menyediakan dan memberikan pelayanan kesehatan yang meliputi berbagai masalah kesehatan.

Sedangkan dalam Bahas Arab, Rumah Sakit diterjemahkan dengan kata Mustasyfa, secara leterlecgh berarti tempat kesembuhan, tempat kesehatan, atau Rumah Sehat.

Boleh jadi istilah Rumah Sehat lebih bagus digunakan untuk mengganti istilah Rumah Sakit, karena mengandung nilai-nilai optimisme, harapan, serta do'a dalam penggunaannya. orang yang dirawat di RS tentunya berharap untuk segera sehat, bukan ingin berlama-lama terbaring dirawat disana.

Hari ini jumlah penduduk Kabupaten Berau lebih dari 200 ribu jiwa, sedangkan RS yang ada di Berau hanya ada dua, RS Pratama di Kecamatan Talisayan (sekitar 4-5 jam dari kota), dan RSUD Abdul Rivai di Tanjung Redeb yang merupakan jantung kota.

Dibandingkan dengan jumlah penduduk, dua RS saja tentu kurang, ini belum lagi kalau diperbandingkan dengan luas wilayah Berau.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa masyarakat Berau memerlukan RS baru yang bisa membantu dua RS yang sudah ada. Bahkan dalam salah satu surat kabar lokal (Berau Post, Senin 11-01-2016), Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah menyatakan, sudah saatnya Pemkab membangun RS baru, terlebih lagi RSUD Abdul Rivai sudah tidak mungkin diperluas karena keterbatasan lahan.

Lalu darimana Daerah mendapatkan dana yang cukup fantastis untuk membangun RS baru ditengah badai defisit yang masih melanda di tahun 2018 ini. Niat baik akan menghasilkan hal yang baik pula, alhamdulillah, pada puncak peringatan HUT ke-64 Berau dan 207 Tanjung Redeb lalu, telah terjalin sinergi antara Pemkab Berau, PT Berau Coal, dan Baznas yang ditandai dengan penandatanganan (MoU) oleh ketiga pihak untuk pembangunan Rumah Sehat Baznas (RSB).

Pembangunan RSB ini sama sekali tidak menguras kantong APBD Berau, karena pembangunan fisik dan alat kesehatan disanggupi PT Berau Coal melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya, dan operasionalnya disokong oleh Baznas.

Konsep RSB ini juga luar biasa, dilengkapi dengan ruang UGD seperti RS pada umumnya, dan yang lebih luar biasa lagi, RSB ini akan memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk para mustahik yang sudah masuk dalam database Baznas Berau.

Menurut Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau, Pembangunan RSB ini Insya Allah akan dimulai pada Januari tahun ini.

Januari tahun 2018 pun sudah berlalu dua bulan, tidak ada pemberitaan bahwa pembangunan RSB telah dimulai, apakah gerangan yang terjadi dengan rencana baik tersebut?, sunyi bak ditelan rimba.

Sebagai masyarakat biasa, tentunya penulis tak bisa memastikan apa yang terjadi dengan rencana pembangunan RSB tersebut. Namun penulis hanya bisa menyimpulkan satu hal, selama sinergi antara tiga komponen tadi masih terjalin (Pemkab Berau, PT. Berau Coal, dan Baznas), Insya Allah RSB akan terbangun dan hanya menunggu waktu.

Namun jika sinergi tadi buyar, maka RSB hanya tinggal kenangan. Ada baiknya semua komponen yang bersinergi merenungi kembali pesan-pesan Ilahi yang berbunyi, "dan bersinergi lah kamu atas (mewujudkan) kebaikan dan takwa, dan janganlah bersinergi atas berbuat dosa dan permusuhan". (Q.S. al-Maidah: 002).(*)

*Penandatanganan kerja sama Rumah Sehat Baznas antara Pemkab Berau, PT Berau Coal dan Baznas pada puncak peringatan HUT ke-64 Berau dan 207 Tanjung Redeb 

Reporter : OPINI    Editor : Zul Ihsan



Comments

comments


Komentar: 0