25 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Diduga Tanpa Latihan, Atraksi Bela Diri Berujung Maut


Diduga Tanpa Latihan, Atraksi Bela Diri Berujung Maut
Polres Berau mengamankan beberapa properti berbahaya,yang diduga juga digunakan dalam atraksi (Foto: Dayat)

KLIKBERAU.COM - Acara wisuda dan pelepasan siswa madrasah salah satu pondok pesantren yang berlokasi di Kecamatan Sambaliung, pada Kamis (3/5) pagi berakhir duka.

Pasalnya satu orang santri dinyatakan meninggal dunia, diduga setelah dilindas sebuah mobil jenis L300 saat atraksi bela diri pada acara tersebut.

Namun saat media ini mendatangi lokasi kejadian untuk mengonfirmasi, pihak sekolah terkesan tidak memberi informasi secara terbuka. Bahkan RH, selaku panitia penyelenggara beralasan jika saat kejadian dirinya tidak berada di tempat.

“Saya tidak tahu, saya lagi tidak disini karena menjemput Habib dari Bulungan,” ujarnya.

Begitu juga pengasuh lainnya, seolah menutup rapat insiden yang juga diduga menyebabkan 5 santri lainnya mengalami luka-luka.

Namun begitu, saat dimintai keterangannya, Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, melalui Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena, memberi titik terang dengan membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia mengatakan satu orang meninggal dunia, pada atraksi bela diri dalam agenda pelepasan siswa Madrasah. Bermula saat 6 santri masing-masing RA, JI, KL, AR, AD, dan NR melakukan atraksi bela diri dengan posisi tubuh telungkup, dan tangan berada di bagian kepala.

Mereka kemudian dilindas kendaraan roda dua jenis Trail, dilanjutkan kendaraan roda empat jenis L300. Menggunakan satu ban sebelah kiri tanpa alat pengamanan (safety).

“Mobil L300 itu hanya ban bagian kiri saja, aksi juga tanpa alat pengaman apapun. Akhirnya 5 orang diketahui luka-luka dan satu orang berinisial RA dinyatakan meninggal,” terang AKP Andika Dharma Sena.

Sebelum meninggal, RA lanjut AKP Andhika, dalam kondisi tak sadarkan diri, lalu bersama JI dibawa langsung ke RSUD Abdul Rivai. Namun takdir berkata lain, RA menghembuskan nafas terakhir di tengah perjalanan.

"RA sudah dinyatakan meninggal saat tiba di RSUD Abdul Rivai," tandasnya.

Dari penuturan beberapa santri kepada pihak Kepolisian, atraksi itu baru pertama kali dilaksanakan, dan juga diduga tanpa latihan terlebih dulu.

“Keterangan sementara atraksi itu baru pertama kali dilakukan, dan diduga tidak ada latihan sama sekali. Kami masih mendalami kasus ini untuk penyelidikan lebih lanjut," tutup Kasat Reskrim. (*)

Baca Juga: Penyelidikan Kasus Atraksi Maut, Polres Berau Periksa 6 Saksi

Baca Juga: Polres Berau Tetapkan Dua Tersangka Kasus Atraksi Maut di Madrasah

Reporter : M Hidayat    Editor : Zul Ihsan



Comments

comments


Komentar: 0