24 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

74 PSK Dipulangkan Pemkab Kutai Barat


74 PSK Dipulangkan Pemkab Kutai Barat
Assiten II, Drs Yohanes Kinam (tengah), Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kubar, Maximus Gregorius (kanan) dan Perwakilan Perwakilan BIN Kutai Barat, Asril Chaniago (kiri).

KLIKBERAU.COM - Sebanyak 76 orang dari total 117 orang Wanita Penyandang Masalah Sosial atau Wanita Rawan Sosial Ekonomi yang bekerja di Tempat Hiburan Malam (THM) yang tersebar di enam kecamatan Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur dipulangkan ke daerah asalnya.

Puluhan mantan pekerja seks komersial (PSK) yang dipulangkan terdiri dari berbagai usia dari termuda berusia 25 tahun hingga tertua 35 tahun. Mereka berasal dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Bali, NTB, dan juga Sulawesi.

Pemulangan yang dilakukan Tim Terpadu Penutupan Lokasi Prostitusi Kabupaten Kutai Barat 2016 disaksikan langsung Assisten II Yohanes Kinam, Perwakilan BIN Kutai Barat, Asril Chaniago di halaman Kantor Dinas Sosial (Dissos) Kabupaten Kutai Barat, Jalan Pusat Perkantoran Pemkab Kubar, Minggu, 4 Desember 2016.

Pemulangan ini merupakan gelombang pertama. Sisanya 41 orang akan dipulangkan pada gelombang kedua. Pemulangan ini terkait dengan kebijakan pemerintah pusat membuat target dan hitungan teknis penanganan anjal (anak jalanan) dan gepeng (gelandangan pengemis) yang ditargetkan bebas pada 2017 dan prostitusi 2019.

"Pemulangan ini bentuk dukungan dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat kepada Wanita Rawan Sosial Ekonomi atau Pekerja Seks Komersil (PSK)," jelasnya.

Pemulangan dilakukan oleh Pemkab Kubar melalui Tim Terpadu Penutupan Lokasi Prostitusi Kabupaten Kutai Barat 2016 diantar oleh relawan pendamping dan juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan transportasi darat menggunakan 5 bus hingga Balikpapan. Setibanya di Balikpapan akan ditampung di asrama Haji Batakan, Balikpapan. Lalu akan diberangkatkan ke masing-masing tempat asalnya dengan menggunakan transportasi udara.

"Meskipun ada sedikit kendala dalam pelaksanaannya, tetapi itu semua bisa terlaksana dan bisa dipulangkan kedaerah masing-masing. Sisanya akan dipulangkan pada gelombang selanjutnya, sebab kegiatan prostitusi ditutup beroperasi sejak 1 Juni 2016,“ bebernya.

Yohanes berharap, setibanya di daerah asalnya, WRSE ini dapat memiliki keterampilan dengan berkarya. Dengan ini, lambat laun akan berujung pada penutupan lokalisasi yang berkedok THM. "Kami punya target menutup lokalisasi tapi harus dilakukan dengan cara humanis, seperti melalui pelatihan dan pemberian rangsangan modal usaha dimana akan menghasilkan sesuatu yang nantinya dapat menunjang kebutuhan hidup sehari-hari," harap Yohanes.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dissos) Kubar, Yacob Tullur melalui Ketua Pelaksana, Sudiro menjelaskan jika para WRSE ini nantinya akan menerima bantuan dari Kementerian Sosial memberikan bantuan uang tunai yang akan diberikan pada tiap-tiap orang dengan besaran masing-masing Rp 5.050.000.

Uang itu untuk bantuan Ekonomi Usaha Produktif (EUP), jaminan hidup, dan transportasi lokal. Dana tersebut diserahkan secara langsung melalui transfer via rekening dan diharapkan digunakan sesuai peruntukkan yakni membuka usaha. "Para WRSE ini akan dipulangkan ke tempat asalnya seperti," terang Sudiro. (*)

Reporter : Suriadi Said    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0