27 Maret 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Perkuat Jati Diri, Bontang Akan Bangun Alun-Alun Kota


Perkuat Jati Diri, Bontang Akan Bangun Alun-Alun Kota
Walikota Bontang Neni Moerniaeni menerima cendramata dari Bupati Kediri Haryanti Sutrisno (kiri). (IRWAN)

KLIKBERAU.COM - Keinginan Pemerintah Kota Bontang di bawah kepemimpinan Walikota Neni Moerniaeni dan Wawali Basri Rase, membangun alun-alun atau taman kota semakin diseriusi.

Pembangunan taman kota yang kabarnya juga akan didukung penuh beberapa perusahaan di Bontang ini pun dipastikan akan dibangun secara maksimal.

Untuk mencari refrensi taman kota yang ideal, Walikota Neni bersama jajaran manejemen PT KMI mencoba melihat langsung taman yang berada disimpang lima Gumul Kediri. Kunjungan ini selain menjalin silaturahmi dengan Bupati Kediri juga dalam rangka mencari masukan untuk penyiapan rencana pembangunan alun-alun Kota Bontang yang akan dibangun oleh Pemerintah Kota Bontang.

“Bontang harus punya alun-alun atau taman kota. Karena kita adalah kota industri yang memerlukan banyak ruang terbuka hijau. Alun-alun atau taman kota menjadi salah satu solusinya. Apalagi ini adalah salah satu perwujudan visi misi Kota Bontang yaitu menjadikan kota Bontang sebagai Green City melalui peningkatan kualitas lingkungan hidup,” kata Neni.

Kunjungan Walikota yang juga didampingi langsung oleh Pimpinan PT KMI yakni Agus Prayitno ini pun diterima langsung oleh Bupati Kediri Haryanti Sutrisno. “Selain mewujudkan Bontang sebagi Green City keberadaan taman tersebut pastinya akan memperindah Kota Bontang serta memperkuat jati diri Kota Bontang sebagai Kota Taman,” ujar Walikota.

Untuk lokasi pembangunan alun-alun, pemerintah saat ini berharap kawasan HOP VII Badak LNG di Jalan Bhayangkara bisa dijadikan alun-alun kota. “Ya, sedang kami usahakan agar Badak mau menghibahkan lahannya. Lokasinya strategis dan cocok untuk masyarakat berkumpul,” kata Walikota.

Kebutuhannya pun jelas, untuk taman kota sekaligus alun-alun kota yang bisa dipergunakan untuk warga Bontang berekreasi atau berkumpul. “Kita dijuluki Kota Taman. Tapi, tamannya masih kurang. Jadi, butuh penambahan lagi,” ucapnya.

Dia menjelaskan, taman kota dan alun-alun itu akan menjadi paru-paru Bontang. Saat ini, pemkot memang memfokuskan pembangunan pada penataan kota dan pengembangan ruang terbuka hijau (RTH).

Hal itu berusaha diwujudkan dengan menerapkan kebijakan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan secara konsisten. Praktiknya adalah dengan menyediakan ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota.

Selanjutnya, Neni mengajak seluruh warga secara aktif memahami pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Mereka diajarkan cara mengelola limbah dan sampah rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan baik di darat maupun pesisir pun dilibatkan dalam pemeliharaan perairan, kawasan terumbu karang dan pengawasan aparat secara sungguh-sungguh terhadap potensi pengerusakan hutan mangrove.

“Pembuatan taman untuk RTH sangat bermacam-macam, ada yang diperuntukkan bagi publik, ada juga yang diperuntukkan sebagai konservasi habitat atau organisme tertentu,” urai dia.

Berdasarkan tujuan, tanaman yang digunakan untuk pembuatan green open space dapat berbeda, sebagai contoh, tanaman keras (pohon) yang tajuknya terlalu besar dan banyak daun yang berguguran kurang tepat jika ditanam sebagai Green Belt di pinggir jalan.

Akses, kata Neni, juga hal terpenting dalam merencanakan bentuk RTH atau taman. Akses dapat didesain berdasarkan tujuan yang ditetapkan. Taman kota yang diperuntukkan bagi publik pastinya membutuhkan akses yang mudah, sehingga dapat berfungsi dengan baik. (*)

Reporter : Humas Pemkot Bontang    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0